KATAMAMA

Jadi ceritanya penulis dan istri mendapat sebuah kesempatan untuk mencoba sebuah hotel di kawasan Seminyak, Bali, yang konon di kerjakan oleh para artis (bukan artis film/sinetron yah hehehe) atau seniman dimana kebetulan senimannya adalah ahli dalam bidang pembuatan bata, anyaman, racikan makanan dan sebagainya.

Jumat malam itu sekitar jam 19.00, setelah melewati beberapa hari mengurusi pekerjaan, penulis berangkat ke bandara Ngurah Rai dengan mobil sewaan untuk menjemput istri satu-satunya (monogami donk hehehe) yang landing jam 20.30.  Setelah menjemput istri, langsung mengarah ke daerah Seminyak untuk check in di The Katamama Hotel.

Setibanya di Hotel tampak antrian sangat panjang untuk masuk parkiran, kaki dan mata sudah berat tapi dengan sabar menunggu antrian. Namun ternyata tak usah menunggu lama, pas security check kami ditanyakan dengan ramah oleh petugas security mau kemana? Kami jawab mau check in di Katamama. Ternyata di balik para security itu ada sosok (mungkin guest relation officernya) yang langsung dengan sigap menghampiri dan menanyakan check in atas nama siapa? Lalu istri saya menjawab atas nama Stephanie sambil menunjukan voucher menginap. Langsung kami disambut dengan hangat. Bentuk kehangatannya adalah dengan cara; mobil rental kami di valet kan, lalu barang bawaan kami di urusin sampai ke kamar, dan kami dibawa masuk dengan golf car alias mobil buggy.

IMG_7861.JPG

Sambil menumpangi mobil buggy saya perhatikan sekeliling, banyak sekali turis asing maupun lokal (mungkin karena malam sabtu) yang berjalan menuju ke atau dari Potato Head Beach Club (PHBC) salah satu club hits di Bali. Dan kebetulan Katamama dan PHBC berada di lokasi yang sama (kalo gak salah satu owner juga).

Melangkah masuk ke lobby hotel, lalu saya perhatikan modelnya tidak seperti lobby pada umumnya namun kalau diperhatikan sebenarnya lobbynya ini lebih kepada model tempat nongkrong yang cozy banget. Ada banyak buku untuk dibaca, sofa yang empuk serta mini bar untuk memesan minuman. Belum lagi meja marmer yang warnanya adem di mata dan lampu chandelier yang memancarkan sinar sejuk yang tidak bikin silau. Dan ternyata saya baru tahu kalau lobbynya punya nama “Akademi”, mungkin karena banyaknya buku yang disediakan untuk dibaca para tamu. Suatu konsep yang menarik dan unik untuk sebuah lobby hotel.

img_7906
Tangga masuk ke The Katamama

img_7891
Lobby Akademi
Tidak berapa lama di Akademi kami disambut oleh salah satu staff  bernama Matthew dan dengan ramah dia menjelaskan bahwa di Katamama check in bukan di lobby front office, melainkan langsung di kamar, what a fantastic service! jadi saya dan istri tidak perlu menunggu lama di lobby hotel, maklum mata udah berat banget.

Kemudian Matthew mengantarkan kami ke kamar The Island Suite, sementara kami berjalan menuju kamar yang terletak  di lantai tiga, para staff Katamama yang kebetulan berpapasan dengan kami semuanya dengan hangat menyapa kami dengan sapaan “Welcome Home!”. Wow! what a hospitality and i truly feels like home. Kami disambut selayaknya orang yang sudah lama tinggal di situ padahal juga baru pertama kali hehehe.

Sambil berjalan ke kamar, saya pehatikan arsitektur hotel ini didominasi oleh batu bata, dari pintu masuk sampai ke dalam. Lalu saya iseng bertanya sama si Matthew, ini hotel pakai berapa banyak batu bata? dan Matthew menjawab 1.2juta pieces batu bata yang harga satunya 2.700 rupiah, hotel ini memiliki 52 kamar dan butuh kira-kira 2 tahun untuk menyelesaikan hotel The Katamama. Penjelasan yang baik dari seorang staff menurut saya. Dan selain itu saya pun baru tahu dari Matthew kalau ternyata si pembuat batu batanya adalah asli lokal Bali dan kalau diperhatikan bentuk dan finishing batanya pun terlihat lebih halus dan padat, Sehingga menampilkan kesan kokoh namun smooth, selain itu menurut saya warna dari bata merah itu sendiri menambah suasana jadi lebih homie dan warm.

Sesampai di kamar, Matthew menjelaskan kepada kami segala detail fasilitas di Katamama, dari special akses ke PHBC, gym yang buka 24 jam, akses ke kolam renang, sampai sarapan di Movida. Namun mata saya langsung terpana di sebelah kiri dekat pintu masuk ada pemandangan yang jarang saya lihat. Sementara si Matthew menjelaskan, saya coba mendekati pemandangan tersebut yang ternyata adalah mini bar. And you know what? ini mini bar terkeren dan terbesar yang pernah saya temukan didalam sebuah kamar hotel.Keren dan besar dalam artian selain piring, sendok, garpu terdapat banyak sekali jenis teh, kopi lokal yang di grind (bukan kopi sachet), liquor lokal, healthy snack lokal, kemudian ada fasilitas electric ice bucket, coffee pressure, cocktail tools, variation of cocktail glass sampai buku cara bikin cocktail. Pokoknya hal-hal yang tidak pernah saya lihat di minibar di hotel lainnya, disini tersedia.

 

Tak berapa lama Matthew membuka kulkas dan mengeluarkan cold towel (handuk dingin), lalu saya membenamkan wajah yang lecek ini ke handuk dingin itu dan ahhh.. Aromatik jasmine yang lembut di handuk kecil dingin itu bagai doping yang membuat rasa kantuk sekejap saja hilang.

Kemudian kami diajak tour didalam kamar. Kamar the island suite yang kami tempati ini cukup besar dengan luas yang kira-kira 100 meter persegi, terdapat ruang tamu yang dipenuhi aneka buku bacaan, meja kerja yang lengkap dengan berbagai colokan listrik, mini bar yang besar, kloset, king size bed, balkon dan tentunya kamar mandi yang luas.

Kemudian fasilitas seperti TV kabel dengan speaker Bose yang bersuara mantap, hair dryer dengan brand Bentley (baru tahu Bentley selain bikin mobil juga bikin hair dryer hehehe), ameniti kit yang berlimpah dan unik, electric window shade, balkon yang luas serta aroma therapy berbentuk lidi yang bikin pikiran dan badan ini relax. Oh ya, tidak lupa welcome snack yang tersedia di meja kami berupa pilihan buah segar serta eclairs (kue soes) dengan rasa coklat dan berry.

Setelah selesai memberikan penjelasan tentang fasilitas di kamar dan di lingkungan hotel, Matthew menginfokan kepada kami bahwa akan ada welcome drink, and you know what? Seorang bartender akan datang ke kamar kami dan membuatkan welcome drink buat kami berdua. After a lot of service The Katamama gave us, there’s still more service for us. Kapan lagi ada private bartender yang spesial menyiapkan minum cuman buat berdua. Happy banget hati ini hehehe..

Matthew pun ijin meninggalkan kami, dan selang beberapa menit bel kamar pun berbunyi, saya membuka pintu kamar dan nampak seorang bartender dengan senyumannya berdiri sambil membawa perlengkapannya. Dia akan membuatkan mojito (minuman yang berisikan campuran antara soda, daun mint serta liquor) dan kami dibebaskan memilih antara 3 liquor sebagai campuran mojito dari island spiced rum, lemon grass gin atau citrus vodka. Saya penasaran dengan island spice rum jadi saya pilih itu dan istri saya citrus vodka.

Dengan terampilnya si bartender meracik mojito kami, suara dentingan gelas yang beradu dengan botol serta suara air dengan es batu ketika campurannya di shake membuat hati ini teduh. Kemudian tak berapa lama, voila! Mojito pun tersedia. Bartender pun menyuguhkan hasil karyanya kepada kami dan mempersilahkan kami untuk menikmatinya sambil dia undur diri memberikan kami ruang untuk istirahat.

Kami pun menikmati dinginnya mojito racikan sang bartender sambil mencicipi buah segar dan eclairs. Karakter mojito dengan campuran island spice rum terasa hangat sedangkan si citrus vodka lebih terasa segar. Ditambah dengan kelezatan eclairs membuat malam itu hangat dan saya rasa, saya akan mimpi indah ketika tidur malam itu hehehe..

Setelah menghabiskan mojito, mata dan tubuh ini terasa sangat berat karena hari memang sudah cukup malam dan beberapa hari kurang tidur. Saya putuskan untuk memulai ritual sebelum tidur (sikat gigi, cuci muka) dan kemudian merebahkan tubuh ini di kasur king size. Lalu Aduuhh, bantal kepala King Koil yang berisikan bulu angsa ini rasanya empuk sekali, mengikuti alur leher dan kepala saya. Memejamkan mata Sambil mensyukuri nikmat Ilahi atas berkatnya hari itu lalu ZzzzzzZzzzz..

Have a nice dream.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s