Breakfast at Movida

Masih di Katamama, pagi itu setelah menikmati istirahat yang berkualitas, perut mulai berteriak kepada otak saya, memanggil melalui signal-signal neutron yang dikirimkan melewati jaringan saraf ini. Tak lama istri saya pun memanggil untuk sarapan. Kami pun bergegas untuk turun ke breakfast area, tepatnya di Movida.

Jadi Movida ini terletak di lantai dua Katamama dan saya baru tahu kalau Movida adalah bahasa Spanyol yang dalam bahasa Indonesia artinya adalah “bergerak”. Dari namanya yang Espanyola kita bisa pastikan kalau menu yang disajikan adalah menu-menu khas Spanyol. Selain itu saya juga baru tahu kalau resto Movida yang didirikan oleh Frank Camorra ini, awalnya bukan dari Spanyol melainkan dari Australia. Dan kami sangat beruntung karena pada hari itu bisa sarapan dengan menu khas Spanyol yang lahir di Australia.

Berjalan cepat menuju ke Movida menyusuri lorong bata merah, nampak sinar matahari menembus melewati celah-celah arsitektur Katamama yang solid memberikan pemandangan yang fresh sekaligus membangkitkan selera makan saya. Maklum laper cuy! hehehe..

Sampai di Movida, terlihat mulai banyak tamu yang datang dan duduk untuk sarapan pagi. Para staff terlihat cukup sibuk melayani para tamu, namun begitu melihat kami dengan sigap dan senyuman manis mereka menyambut kami dengan hangat serta memberikan alternatif seating area untuk kami berdua.

img_7923
Movida

Menu breakfast pun diberikan, kemudian staff memberi kami waktu untuk melihat sambil memilih kira-kira menu apa yang akan kami order. Sambil melihat-lihat menu, ternyata ada menu yang mengandung babi, jadi bagi para pembaca yang diharamkan untuk mengkonsumsinya diharapkan untuk membaca menu baik-baik atau bertanya ke staff resto untuk menu yang halal sebelum memesan.

Sambil melihat menu, mata ini menjelajah ke sekitar dan saya perhatikan ada yang unik di Movida ini. Selain bata merah yang menjadi ciri khas Katamama dan perabotan kayunya yang bernuansa eksotis, ternyata langit-langitnya berupa anyaman rotan. Keren banget! Jarang-jarang bisa melihat langit-langit bernuansa anyaman rotan seperti ini dalam hati saya. Belum lagi design lampu gantungnya yang unik seperti lampion besar menambah atmosfer homie dan hangat ruangan itu. Menurut penjelasan staff semua detail interior dan arsitektur dikerjakan langsung oleh para pengrajin lokal Bali, sepertinya owner tempat ini sangat menghargai budaya dan kearifan lokal. Salute!

Tak lama perut ini pun mengirimkan signal lagi hehehe, akhirnya pilihan saya mantap kepada menu Pisto yaitu makanan khas Spanyol yang bahannya dari terong, potongan pork (daging babi), dipadu dengan telur yang dipanggang beserta roti Sobrasada. Istri saya memilih Huevos Escalfados yaitu roti panggang dengan daging bacon ditambah  telur setengah matang lalu dipadu dengan saus hollandaise. Sebagai sidenya kami order Thick-cut Bacon dan Jamon Serrano (daging ham khas Spanyol).

Sebagai pembuka kami memesan roti butter croissant, almond croissant, danish raisin dan chocolate croissant. Kemudian untuk kopi saya memesan Cortado yang di campur dengan Baileys dan istri saya memesan Cappucino. Lalu untuk slow pressed juice kami ada pesan Hijau, yaitu campuran apel, ketimun, belimbing, daun bawang, kemangi, kale, fennel dan jeruk, dan Merah, yaitu campuran strawberry, buah naga, manggis, anggur, melon, apel, hibiscus dan bit.

Wah cukup banyak untuk sarapan. Tenang.. masih ada Huevos Revueltos, yaitu telur orak arik (scrambled eggs) dengan kepiting cangkang lunak (soft shell crab) yang katanya dibawa fresh dari pulau Lombok dipadu dengan asparagus dan roti sourdough panggang.

Tak lama menunggu, menu pembuka pun hadir. Croissant dari almond, butter, chocolate dan danish raisin kami cicipi. Kehangatan dan ke-crispy-an dari setiap selected pastry tersebut menandakan bahwa ini freshly made. Kemudian tidak lupa untuk dipadu selai strawberry dan blueberry yang kalau terlihat dari tekstur, sepertinya selai ini dibuat secara natural pakai bahan organik jadi tanpa pengawet, pantesan enak hehehe…

img_7919
Croissant dengan juice Hijau dan Merah

Kemudian saya coba minum slow pressed juice Hijau yang diracik dari berbagi ekstrak buah dan sayuran hijau. Ahhh… Racikan yang pas mantap, bikin badan yang rontok karena kurang istirahat seperti mendapat kekuatan baru dari alam, lebay yah? Gak kok, cobain aja sendiri juicenya hehehe.. Lalu saya ambil gelas juice Merah istri saya yang berwarna merah karena campuran strawberry dan semangka. Ternyata racikannya tak kalah mantap. Sepertinya semua juice freshly made, tercium dari aromanya dan ketika masuk ke lambung tidak menimbulkan gejolak sakit perut.

Setelah menghabisi croissant dan danish tibalah Pisto dan Huevos Escalfados tak lupa sidenya berupa Thick-cut Bacon dan Jamon Serrano. Pisto disajikan diatas hot plate lalu di sampingnya ada Sobrasada yaitu roti sourdough panggang yang atasnya dilapisi semacam daging kornet khas Spanyol. Tanpa pikir panjang, pisau dan garpu langsung dimainkan.

img_7928
Pisto, Huevos Escalfados beserta side Thick-cut Bacon dan Jamon Serrano

Pisto saya aduk agar telur, irisan pork dan terong menjadi satu. Tiup sedikit (karena masih panas) lalu nyam nyam..! Lembutnya terong, gurihnya irisan pork, freshnya telur semua menjadi satu membuat lidah berdansa layaknya penari Spanyol. Kemudian saya gigit Sobrasadanya, ahhh.. enaaakkk… Saya langsung teringat sama liver paste yang saudara saya kasih dari Belanda, cuman ini bedanya lebih fresh dan ada campuran paprika dan tomatnya, pasangan yang serasi dengan Pisto.

Kemudian saya ambil si Thick-cut Bacon yang sangat menggoda, lalu Hap! dan.. Beeuhh! Melted and juicy banget bro and sis sekalian! It was slice of heaven for me! Bayangin yah, daging bacon yang di iris tebal lalu ditaburi sama pepper kemudian dipanggang, disajikan hangat dengan juicy-nya, kebayangkan enaknya?! kalo gak, coba kamu zoom in aja fotonya terus jilat layarnya, pasti berasa enaknya.. hehehe. For you pork lovers out there, you should try it!

img_7924
Thick-cut Bacon (Zoom in so you can taste it ;P)

Garpu ini kemudian meraih si Jamon Serrano, yaitu irisan tipis pork ham khas Spanyol. Saya angkat untuk perhatikan teksturnya, nampak serat-serat lemak berpadu dengan pinky-nya warna daging ham bikin tingkat penasaran buat mencobanya mencapai titik klimaks. Hap! Ahhhh.. Perfecta, muy buen amigo! (Sempurna, enak banget kawan!) mendadak lidah seolah-olah fasih berbicara Spanyol (padahal sih Google translate hehehe). Tapi asli Jamon Serrano-nya enak banget, tekstur yang kering namun lembut, lalu asin khas ham yang tidak terlalu asin membuat mulut ini bergoyang terus. You definitely should try it!

img_7925
Jamon Serrano

Saya beralih ke piring istri saya yang memesan Huevos Escalfados dimana pada layer bawah terdapat roti sourdough panggang lalu layer kedua ada si thick-cut bacon yang juicynya ke ubun-ubun, kemudian di layer atas atau ketiga ada telur setengah matang yang dibalur dengan saus hollandaise.

Setelah mendapat restu istri untuk mencobanya, pisau saya berusaha membelah si Escalfados dan bleerrr! Kuning telur pecah membasahi sekujur layernya. Garpu dibantu pisau mulai bergerak memastikan setiap layer ada di satu sematan. Kemudian, Hap! Kunyahan layer demi layer saya rasakan nikmat tiada tara, bacon, sourdough, telur serta kuning emasnya dan saus hollandaise terkonvert sempurna di mulut ini, kombinasi yang sempurna, Great Job Chef!

img_7922
Huevos Escalfados

Terakhir ada Huevos Revueltos, dimana soft shell crab (kepiting cangkang lunak) yang fresh dari Lombok dikawinkan dengan telur yang di scrambled lalu ditemani sourdough panggang yang atasnya ada asparagus.

Saya coba potong si crab tanpa kesulitan sedikit pun, menyematkannya di garpu kemudian, Hap! Ohhh… Cangkang si crab yang bertekstur garing namun lembut menjadi sensasi tersendiri. Kemudian, saya coba capitnya.. Hmmm.. Tidak ada kesulitan yang berarti dalam mengunyah capit si crab, sensasi garing dan lembut bersatu di mulut ini. Saya resapi daging crabnya, terasa fresh banget (karena kalau gak fresh saya sudah bentol-bentol alergi hehehe..). Kemudian saya coba padukan dengan scrambled egg dan asparagus. Ahhh.. perpaduan pas dan Mantap!

img_7920
Huevos Revueltos

Tanpa terasa semua menu yang kami order sudah kandas masuk ke rongga lambung ini. Alunan musik lembut dari speaker Bose yang terpasang di area Movida ditambah hembusan angin kipas yang terpasang dilangit-langit anyaman rotan membuat tubuh berat untuk beranjak pergi. Namun waktu semakin siang dan masih banyak hal yang harus dikerjakan, dan kami pun beranjak pergi sambil mensyukuri berkat Tuhan atas sarapan pagi itu.

Dios te bendiga amigo!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s