Babi Panggang Karo – Andika

Makan siang hari itu saya lagi kepengen banget makan porky panggang dan ada satu tempat yang bikin air liur saya mulai menetes kalau urusan ini, yaitu Babi Panggang Karo Andika (BPK Andika) di Jalan Bangunan Barat, Kampung Ambon, Rawamangun, Jakarta Timur.

Lokasinya cukup mudah untuk ditemui yaitu di seberang Gereja GPIB Martin Luther dan dekat dengan sekolah Fransiskus Kampung Ambon. Namun kalau kesini dengan mobil sepertinya harus datang lebih pagi, karena minim lahan parkir.

Pada hari itu penulis memang sengaja berangkat lebih pagi ke lokasi agar mudah mendapatkan parkir. Setibanya di lokasi, saya cukup beruntung karena masih tersedia tempat untuk parkir, namun tampak motor sudah mulai berdesakan untuk parkir.

Masuk ke dalam, saya memilih tempat duduk pas di seberang perapian tempat si porky di panggang. Lalu, pelayan datang untuk menanyakan mau pesan apa? saya bilang dengan mantap “Panggang satu, tanpa darah!”. Sambil berlalu pelayan tadi kemudian mempersiapkan apa yang menjadi pesanan saya.¬†Daging babi yang di potong sebesar jempol orang dewasa kemudian dimasukkan ke dalam perapian untuk dipanggang dengan menggunakan serabut kelapa. Aroma wangi pun menyebar kemana-mana membuat perut ini menjadi gusar.

img_7934
Perapian
img_7935
Menggunakan serabut kelapa

Tak berapa lama datanglah si pelayan membawa nampan yang berisikan pesanan saya. Diaturnya dengan rapi piring-piring yang berisikan panggang  yang fresh from the grill dengan daun singkong kering khas karo, sop tulang porky tidak lupa nasi untuk ronde dua jika mau dilanjut (saya 1 ronde aja cukup hehehe..).

img_79312
Satu porsi babi panggang karo
img_79310
Porky panggang dengan daun singkong kering khas karo

Diawali dengan ucapan syukur atas makanan yang boleh dinikmati pada hari itu. Kemudian perlahan saya baluri nasi hangat dengan kuah sop agar kaldu dari tulang porky itu meresap di antara nasi. Tidak lupa daun singkong yang telah dihaluskan dibubuhi sambal hijau khas karo saya taruh di pinggir piring agar mudah digapai sendok.

Panggang saya susun rapi dengan singkong dan sambal hijau diatas sendok, lalu.. Nyamm nyamm.. Rasa pedas yang ditambah aroma wangi jeruk yang khas dari sambal hijau bersanding dengan juicynya panggang dan lembutnya tekstur daun singkong, Sungguh nikmatnya membuat selera makan semakin menggebu-gebu. Sendok pun menyelam lagi ke dalam kuah sop untuk menggapai potongan kecil daging yang menempel di tulang beserta kuahnya. Tidak butuh usaha keras untuk menggapai daging yang menempel di tulang tadi, kemudian Ssllrrrppp… Saya pun menyeruput kuahnya perlahan, hmmmm.. enaakkk…

img_7938
Sop tulang babi

 

Satu persatu daging panggang saya nikmati perlahan, bahkan sementara mulut ini mengunyah sendok berisikan kaldu nikmat itu pun sambil diseruput.. sslllrrpp.. ahhh.. Mantaaaapp! Sampai bersih piring dan mangkok sop, saya sikat. Mau nambah satu lagi tapi berhubung badan sudah mulai mekar jadi terpaksa niat diurungkan.. hehehe..

Selesai makan, waktunya membayar. Cukup Rp 25.000 saja untuk menikmati satu porsi BPK Andika. Nikmat di mulut, pas di perut, mantap di dompet! Jadi buat anda-anda yang porky lovers jangan lupa mampir di sini kalau jalan-jalan ke Rawamangun yah.

Harga: $

Rasa: ***

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s