Samcan Epenk

Hari Sabtu itu saya bersama istri saya memutuskan untuk jalan-jalan ke daerah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Bukan apa-apa, tapi karena mau spend quality time bersama sekaligus merasakan suasana Imlek. Biasanya di hari raya Imlek (Chinese New Year) cuaca pasti hujan, dan benar saja pagi hari itu hujan. Namun selain mencoba mencari suasana Imlek, saya tuh lagi pengen banget mencoba Samcan Epenk, tempat makan yang bikin saya penasaran. Kok bisa penasaran? karena sahabat saya yang pernah makan disini bilang kalau samcannya tuh endeus banget.

Perjalanan pun dimulai, jam 11.00 kami berangkat dari rumah menuju daerah PIK. Mengatur aplikasi Waze sebagai penunjuk arah, kami pun berangkat. Lalu lintas hari itu lumayan lancar, hanya di beberapa daerah tertentu yang padat. Setelah kira-kira 45 menit perjalanan, sampailah kami di Samcan Epenk. Lokasinya tidak terlalu susah untuk di capai, hanya saja buat yang jarang ke daerah ini pastinya akan sulit jika tidak menggunakan aplikasi penunjuk arah. Dari tampilan luar, lokasi tempat ini sangatlah mudah untuk diketahui karena terpampang spanduk dengan ukuran yang lumayan besar.

img_9099-1
Tampak depan

Masuk ke dalam, tempat makan ini kelihatan sederhana dan tidak terlalu ramai (mungkin karena pada Imlekan), hanya saja saya perhatikan ada beberapa crew dari Go-Food tampak sedang menunggu pesanan.

Karena memang sudah jam makan siang, saya pun segera mengorder untuk menghilangkan lapar dan rasa penasaran saya. Tidak lama menunggu, datanglah order kami dan waahh! Tampak begitu lezat, tampilan sederhana dari nasi putih yang di atasnya ada samcan, sambal matah dan ketimun, tak lupa kuah kaldu, bakso goreng yang di iris tipis dan seporsi samcan goreng ekstra sebagai obat penasaran. Oia, buat kamu yang tidak mengkonsumsi porky disini ada Bakmie Alay yang menggunakan ayam yang pastinya halal.

img_9116-3
Awas ilernya netes.
img_9113-3
Nasi samcan + matah, bakso goreng, ekstra samcan.

Sebelum menyantap hidangan, kami pun tidak lupa untuk mengawalinya dengan ucapan syukur atas berkat Tuhan hari itu. Setelah itu, saya awali dengan mengaduk kuah kaldu dan menyeruputnya sllrrpptt.. Ahh, paduan kaldu ayam (sepertinya) dengan lada dan irisan daun bawang membuat tubuh yang sebelumnya kedinginan karena hujan dari pagi menjadi hangat seketika.

Lalu setelah kuah kaldu, sendok ini mulai mengarah ke samcan yang berbaris rapi di atas piring. Seketika saja, Hap! Krenyesss.. OMG! Garing, lembut, melted dan yang terutama, kegurihan yang maksimal seketika itu juga merasuk di mulut ini. Asli enak parah! Tak lama saya tambahkan si samcan dengan nasi dan sambal matah, Hap! Even better! Rasa pedas yang sedikit asam  dari sambal matah dipadu dengan kegurihan dari si samcan itu ibarat Peabo Bryson dan Regina Belle sedang menyanyikan lagu “A Whole New World”, it takes me wonder by wonder on a magic carpet. Buat kamu porky lovers yang baca ini, wajib buat cobain!

Setelah mulut dan lidah ini flying on a magic carpet, sasaran ditujukan ke piring yang berisikan bakso goreng yang di iris tipis. Hap! Hmmm.. Tekstur yang lembut dan asin yang pas di lidah, pas dipadukan dengan seruputan kuah kaldu hangat.


Saya mencoba untuk menikmati samcan goreng ini dengan perlahan, tapi tak terasa stok di piring semakin tipis. Alhasil garpu mulai mengambil ancang-ancang ke piring yang berisi ekstra samcan sebagai target operasi selanjutnya. Dan Hap! Nyam nyamm.. Enaknya poolll!! Benar kata sahabat saya, ini benar-benar endeuuss banget!

Tak terasa habislah semua menu. Waktunya kembali dengan magic carpet, halah ;D

Harga: $$$
Rasa: *****

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s