Bari-Uma Ramen

Kamis itu seperti biasa jam 19.00 ada jadwal untuk latihan band di kawasan Sudirman, saya berangkat kira-kira pukul 15.00 karena mau mampir ke Citywalk untuk beli kue ultah (karena pada minggu-minggu itu ada beberapa teman band saya yang ultah). Selama perjalanan, entah kenapa lalu lintas ibukota hari itu padat sekali, mungkin karena hujan jadi banyak yang bawa mobil. Dari kawasan Rawamangun ke arah jalan Dr. Satrio butuh kira-kira 2,5 jam, benar-benar luar biasa. Betis dan kesabaran ini di uji sampai ke batas maksimal.

Pada akhirnya sampai juga di Mall Citywalk, langsung menuju ke toko yang kalau di bahasa Indonesiakan artinya Roti Bicara. Selintas imajinasi ini melayang, agak lucu juga yah kalau pas mau makan roti gitu, tiba-tiba rotinya bicara “Ayo, makan akuuuu!” pasti langsung saya HAP! biar gak banyak bicara dia hehehe. Setelah memilih kue tart, saya masih harus menunggu beberapa saat karena ada proses penulisan nama di atas kue. Sambil menunggu saya putuskan untuk jalan-jalan sejenak mengitari mall tersebut.

Naik ke lantai 1 saya temukan tenant resto di tempat ini banyak berubah, karena sekarang banyak restoran yang menawarkan hidangan khas Jepang. Perut yang tadinya kalem tiba-tiba bernyanyi dengan nada-nada tinggi. Satu demi satu, saya coba telusuri dan akhirnya terpaut dengan satu tempat, yaitu Bari – Uma Ramen.

Ketika masuk, pelayan tempat itu langsung sigap melayani saya seraya diberikannya buku menu. Saya lihat-lihat menunya, wah ada Pork Ramen! Tanpa lama-lama saya langsung order Bariuma Ramen yang merupakan signature dish disini.

img_9406
Tampak depan

Sambil menunggu saya cari tahu tentang si Bari – Uma ini, ternyata resto ini memiliki tagline “The Strongest Tonkotsu Soup” jadi penasaran dengan tagline-nya. Selain itu resto ini pertama kali didirikan di tahun 2003 di Hiroshima, Jepang dan Bari-Uma sendiri memiliki arti Bari = Super, Uma = Tasty, Jadi kalau di Indonesiakan kira-kira artinya menjadi Super Lezat! Wah, sepertinya saya tidak salah pilih tempat ini.

Saya perhatikan sekitar ruangan tempat ini, nampak bersih dan tertata rapi. Nampak ada beberapa pengunjung sedang makan juga, agak lenggang tapi mungkin karena kedatangan saya jauh dari jam makan. Lalu di atas meja ada dua pilihan alat makan, yang berwarna merah untuk makanan yang mengandung Porky dan yang berwarna hitam untuk makanan yang mengandung ayam.


Tidak berapa lama pesanan pun datang. Penyajiannya nampak sederhana, diatas ramen hanya ada satu potongan Grilled Thick Cut Chasu yang diatasnya ada pasta campuran bawang, wijen dan cabai, kemudian taburan daun bawang segar. Yang saya perhatikan kuah tonkotsu disini terlihat berwarna coklat tua, tidak seperti biasanya dalam hati saya.

img_9393
Bariuma Ramen

Kemudian saya coba aduk kuah ramen tersebut berikut pastanya tadi. Saya cium aromanya hmmm segarrr. Sebelum lebih jauh, saya ucapkan syukur ke hadirat sang Mahakuasa atas berkat-Nya hari itu. Baru lanjut, saya cicipi kuah tonkotsu-nya sllrppptt.. Waahhh! Gawat ini ramen, kuahnya sesuai dengan tagline “The Strongest Tonkotsu Soup”, benar-benar ini kuah ramen terkental yang pernah saya rasakan. Enaaakk tenaaann. Namun, dibalik kekentalan kaldu porky tonkotsu ada racikan bumbu yang saya rasa cukup ringan, jadi setelah sensasi kuah yang begitu kental kita tidak serta merta di tampar citarasa yang kuat, ada keseimbangan disini dan saya suka itu.

img_9399
Kaldu tonkotsu yang kental

Beralih ke mie ramen, tampak begitu fresh. Saya tiup-tiup sedikit kemudian, Hap! Sllrrpptt.. Ahhh.. Tekstur mie yang lembut dipadukan dengan kuah tonkotsu benar-benar pas. Kemudian yang paling menggoda dari tadi, si potongan besar porky chasu panggang, Hap! Bedeeuhh! Lezaaatt braaayyy! Lembut, gurih dan melted di lidah.

img_9402
Mie Ramen
img_9403
Thick cut grilled chasu
img_9404
Nikmat tiada tara

Diatas meja ada bubuk cabai kering dan bawang goreng cacah, saya coba untuk padukan ke atas kaldu tonkotsu kental, aduk-aduk, seruput lagi.. Ahhh! Mantap! Namun, tempo irama kunyahan ini pada akhirnya harus sedikit dipercepat karena pas saya lihat jam sudah hampir pukul 19.00, artinya waktu latihan band semakin dekat.

img_9405
Kandas pemirsa 😀

Setelah makan langsung segera mengambil kue kemudian bergegas ke lokasi studio. Untung tidak terlambat hehehe.

Harga: $$$

Rasa: ****

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s